Ibnu Taimiyyah –rohimahulloh- berkata,
اَلْجِهَادُ هُوَ بَذْلُ اْلوُسْعِ فِي حُصُوْلِ مَحْبُوْبِ اْلحَقِّ وَدَفْعِ مَا يَكْرَهُهُ اْلحَقُّ.
“Jihad adalah mengerahkan kemampuan untuk mencapai sesuatu yang dicintai Alloh dan menolak sesuatu yang dibenciNya”. (Majmu` Al Fatawa : 10/192)
Al Kasani berkata,
وَ فِي عُرْفِ الشَّرْعِ يُسْتَعْمَلُ فِي بَذْلِ اْلوُسْعِ وَالطَّاقَةِ بِاْلقَتْلِ فِي سَبِيْلِ اللهِ عَزَّوَجَلَّ بِالنَّفْسِ وَاْلمَالِ وَاللِّسَانِ أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ أَوِ اْلمُبَالَغَةِ ذَلِكَ.
“Jihad menurut arti syar`i digunakan sebagai upaya mengerahkan kemampuan dan kesanggupan dengan berperang di jalan Alloh dengan jiwa, harta, lisan dan lain-lainnya serta bersungguh-sungguh dalam hal itu”. (Badai`u Ash Shonai`i : 7/97)
Ibnu Abidin berkata,
اَلدُّعَاءُ إِلَى الدِّيْنِ الحَقِّ وَقِتَالِ مَنْ لَمْ يَقْبَلْهُ.
“Mengajak ke dalam agama yang haq dan memerangi orang yang tidak menerimanya”. (Hasyiyah Rod Al Mukhtar : 4/121)
Berjihad
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Hal yang di antara pokok-pokoknya:
1. Tujuan jihad (perang fisik) adalah untuk mewujudkan maslahat diniyyah (diantaranya hak-ahak uluhiyyah) dan maslahat umat manusia dan sekali-kali bukanlah untuk memuaskan nafsu membunuh serta menumpahkan darah.
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Alloh belaka. Jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang dzolim”. (QS. Al Baqoroh (2): 193)
2. Jalan yang harus ditempuh adalah jalan yang dapat mewujudkan maslahat sebesar-besarnya dengan mafsadah yang sekecil-kecilnya.
3. Jihad fisik dalam Islam dilakukan ketika pihak yang berhadapan tidak mau menerima da`wah. Di dalam setiap peperangan kita diperintahkan untuk terlebih dahulu menawarkan kepada kaum kafir salah satu di antara tiga hal yaitu: masuk Islam, bayar jizyah atau berperang. ketika salah satu dari Islam atau jizyah diterima, maka peperangan pun batal.
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ أَمِيرًا عَلَى سَرِيَّةٍ أَوْ جَيْشٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ بِتَقْوَى اللَّهِ وَمَنْ مَعَهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا وَقَالَ اغْزُوا بِسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ فَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى إِحْدَى ثَلَاثِ خِصَالٍ أَوْ خِلَالٍ فَأَيَّتُهُنَّ مَا أَجَابُوكَ إِلَيْهَا فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ الْمُهَاجِرِينَ وَأَعْلِمْهُمْ إِنْ هُمْ فَعَلُوا ذَلِكَ أَنَّ لَهُمْ مَا لِلْمُهَاجِرِينَ وَأَنَّ عَلَيْهِمْ مَا عَلَى الْمُهَاجِرِينَ فَإِنْ أَبَوْا وَاخْتَارُوا دَارَهُمْ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ كَأَعْرَابِ الْمُسْلِمِينَ يَجْرِي عَلَيْهِمْ حُكْمُ اللَّهِ الَّذِي يَجْرِي عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَكُونُ لَهُمْ فِي الْفَيْءِ وَالْغَنِيمَةِ نَصِيبٌ إِلَّا أَنْ يُجَاهِدُوا مَعَ الْمُسْلِمِينَ فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَادْعُهُمْ إِلَى إِعْطَاءِ الْجِزْيَةِ فَإِنْ أَجَابُوا فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ فَإِنْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ اللَّهَ ثُمَّ قَاتِلْهُمْ
Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya berkata: Rosululloh shallallohu `alaihi wa sallam jika mengutus seorang pemimpin untuk satu pasukan perang atau tentara, beliau memberikan wasiat khusus untuk diri beliau agar bertaqwa kepada Alloh dan seluruh kaum muslimin dengan nasehat kebaikan. Beliau shallallohu `alaihi wa sallam bersabda: “Berperanglah fi sabilillah dengan nama Alloh. Perangilah orang yang kufur kepada Alloh. Jika engkau menjumpai musuhmu dari kalangan kaum musyrikin, serulah mereka dengan 3 hal, mana di antara itu yang mereka terima, maka terimalah dan tahan diri kalian. Serulah mereka kepada Islam, jika mereka terima, maka terimalah. Kemudian, serulah mereka untuk pindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin. Beritahu mereka, jika mereka melakukan demikian, mereka akan mendapatkan hak sebagaimana hak kaum muhajirin serta memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban kaum muhajirin. Jika mereka tidak mau dan memilih tetap di negeri mereka, maka beritahulah kepada mereka bahwa mereka seperti kaum muslimin a`rab yang akan diberlakukan hukum Alloh seperti yang berlaku kepada kaum mu`minin, mereka tidak akan mendapatkan fai dan ghonimah kecuali jika mereka ikut berjihad bersama kaum muslimin. Jika mereka tidak mau, serulah mereka untuk membayar jizyah. Jika mereka terima, maka terimalah mereka dan tahan diri kalian. Jika mereka tidak mau, mintalah pertolongan kepada Alloh dan perangilah mereka”. (HR. Muslim, no.3261; Tirmidzi, no.1542,; Abu Daud, no.2245; Ibnu Majah, no.2849; dan Ad Darimi, no.2335)
4. Sistem Islami tidak bisa diterapkan pada suatu masyarakat yang mayoritas kekuatan di masyarakat itu, secara langsung atau tidak langsung menolak sistem Islam kecuali ketika suatu negara Islam mengalahkan negara kafir, lantas ditegakkanlah padanya syari’ah Islamiyah. Jadi sebelum penerapan syari’ah dilakukan, harus ada usaha persiapan yang cukup.
5. Rosululloh shallallohu `alaihi wa sallam sendiri telah menjadikan masyarakat dan negara Islam pertama di Madinah, tanpa melakukan peperangan. Negara Islam itu didirikan dengan jalan damai (da`wah) Walau pun hal ini tidak menyangkal kemungkinan diperlukannya kekerasan dalam kondisi atau zaman tertentu.
Kalau kita amati secara cermat keadaan pada waktu ini, kita dapati bahwa kebebasan berda`wah masih sangat luas, kejahilan terhadap Islam masih mencakup mayoritas kaum muslimin dan usaha mendirikan masyarakat Islami dengan kekerasan hanya akan menimbulkan pertumpahan darah sesama kaum muslimin tanpa ada gunanya. Serta menyebabkan kerusakan berat atas kehidupan umat dan atas perjalanan pembentukan masyarakat Islami itu sendiri.
Oleh karena itu, jalan damailah yang harus ditempuh sampai benar-benar terbukti bahwa jalan ini sudah benar-benar tertutup. Kita berdo’a dan yakin (insya Alloh) jalan ini tidak akan tertutup Wallohu A’lam.
Post a Comment
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saudaraku!. Silahkan masukan Kata Mutiara Islam anda, untuk berbagi bersama saudara kita. Jika tidak punya account google bisa menggunakan Anonymous atau Email/Web.
Cocokan dengan masing-masing judul, lihat di kolom "Blog Archive" (kanan bagian atas) untuk judulnya!. Terima kasih.